Jembrana – Komandan Korem 163/Wira Satya (Danrem 163/WSA) Brigjen TNI Ida Idewa Agung Hadisaputra, S.H., mendampingi kunjungan kerja Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin di Markas Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 928/BSY, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Minggu (18/10/2026).

Kunjungan kerja tersebut merupakan bagian dari upaya meninjau kondisi satuan, kesiapan personel dan materiil, serta pelaksanaan tugas Yonif TP 928/BSY dalam mendukung pertahanan negara sekaligus membantu pembangunan di wilayah.
Kedatangan Menhan RI beserta rombongan disambut Danrem 163/WSA dan dilanjutkan menuju markas batalyon. Dalam kegiatan tersebut, Menhan RI menerima jajar kehormatan, meninjau lingkungan markas, serta mengikuti paparan Komandan Yonif TP 928/BSY mengenai kondisi satuan dan berbagai program yang dilaksanakan.
Paparan meliputi kesiapan pangkalan, personel dan materiil, pelaksanaan tugas pokok, pembinaan kemampuan prajurit, serta pengembangan bidang pertanian, perikanan, peternakan, dan kesehatan. Selain itu, dipaparkan pula program pendukung kesejahteraan prajurit dan pengelolaan sampah.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Tri Budi Utomo, S.E., menekankan pentingnya meningkatkan kemampuan prajurit melalui latihan yang berkesinambungan, patroli, pembinaan fisik, dan bela diri. Ia juga mengingatkan agar satuan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat, khususnya dalam pengembangan sektor pertanian serta optimalisasi perekrutan prajurit.
Sementara itu, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widyastawa menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menhan RI di Yonif TP 928/BSY. Ia juga menyampaikan harapan agar pengembangan satuan Yonif TP di wilayah Kodam IX/Udayana dapat terus ditingkatkan, didukung dengan pemenuhan kebutuhan pangkalan dan pembinaan personel.
Dalam arahannya kepada prajurit, Menhan RI Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa prajurit TNI harus senantiasa siap melaksanakan tugas kapan pun dibutuhkan. Kehadiran prajurit di wilayah diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat sekaligus memperkuat dukungan terhadap kepemimpinan pemerintah daerah.
Menhan RI juga mengingatkan bahwa keberadaan prajurit beserta seluruh perlengkapan dan fasilitas yang diterima merupakan amanah dari rakyat Indonesia. Oleh karena itu, setiap prajurit harus menunjukkan pengabdian terbaik melalui pelaksanaan tugas yang profesional, disiplin, dan bertanggung jawab.
Lebih lanjut, Menhan RI menekankan bahwa Yonif TP memiliki peran ganda, yakni sebagai satuan tempur yang harus memiliki kemampuan militer yang andal sekaligus sebagai satuan yang berkontribusi dalam pembangunan wilayah. Prajurit diharapkan mampu membantu masyarakat dan pemerintah daerah melalui dukungan di bidang pertanian, peternakan, konstruksi, dan kesehatan sesuai dengan kemampuan serta tugas yang diemban.
Menhan RI turut mengingatkan seluruh prajurit agar senantiasa berpedoman pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI dalam setiap pelaksanaan tugas.
Kegiatan dilanjutkan dengan makan siang bersama prajurit, penulisan pesan dan kesan, serta foto bersama. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wamenhan Bidang Logistik, Industri Pertahanan dan Teknologi Marsekal TNI Yusuf Juhari, Wakasad Letjen TNI Tri Budi Utomo, S.E., Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widyastawa, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, S.E., M.M., unsur TNI-Polri, serta jajaran terkait lainnya.
Kunjungan kerja Menhan RI di Yonif TP 928/BSY diharapkan semakin memperkuat kesiapan satuan, meningkatkan semangat pengabdian prajurit, serta mengoptimalkan peran TNI dalam menjaga pertahanan negara dan mendukung pembangunan daerah demi kesejahteraan masyarakat, Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.
