LAMBANG DHUAJA
KOREM 163/WIRASATYA
Dasar Surat keputusan Menteri / Panglima Angkatan Darat No. Kep/385/5/196 tanggal 20 Mei 1966 disahkannya Dhuaja Korem/Bali dengan nama WIRA SATYA. Semenjak itulah sebutan Korem 163/Bali menjadi Korem 163/Wira Satya.
Dhuaja Korem 163 bernama Wira Satya berarti bahwa setiap prajurit TNI sebagai pahlawan harus memiliki kekuatan jiwa serta kepemimpinan, dalam pengabdiannya terhadap negara,nusa dan bangsa dan Cita-cita serta kewajiban-kewajiban Korem 163/Wira Satya digambarkan dengan lukisan
Dhuaja Korem 163/Wira Satya menpunyai bentuk persegi panjang berukuran 60 x 90 Cm berwarna hijau rumput dan warna jumbai kuning keemasan.
Dhuaja Korem 163/Wira Satya berlukiskan bintang bersudut lima dengqan kuning keemasan bertuliskan huruf seni Pallawa berbunyi Marakata dengan gambar barong dan tiga teras dasar bumi berhiaskan pita dengan tulisan “Wira Satya” serta gambar padi dan kapas.
Adapun makna lukisan Dhuaja Korem 163/Wira Satya mempunyai makna antar lain :
1. Bintang besudut kuning keemas-emasan, adalah lambang Angkatan Darat, melambangkan suatu cita-cita, yang luhur dan penuh harapan setinggi-tingginya, untuk mencapai hasil yang gemilang dalam pelaksanaan tugas.
2. Barong adalah ciri khas kebudayaan di daerah Bali.
3. Tiga teras dasar bumi, adalah bahwa bumi berwatak suci dan santosa, melambangkan bahwa dalam melaksanakan kebijaksanaan, TNI AD senantiasa berpedoman kepada dasar doktrin perang revolusi TRI UBAYA CAKTI.
4. Pita berhuruf cetak adalah sebagai motto yaitu Wira Satya secara etimologi Wira dan Satya.
WIRA : Keperwiraan, Kesatria atau pahlawan
SATYA : Ksetiaan,ketaatan dan kepatuhan secara semantik Wira Satya berarti setiap prajurit harus mempunyai sifat kesatria,kepahlawanan dan senantiasa setia menempati janji serta memegang teguhSapta Marga dan Sumpah Prajurit
5. Padi dan Kapas, adalah hasil kekayaan alam Indonesia. Melambangkan kemakmumuran dan kesejahteraan di bidang sandang pangan rakyat. Dengan rangkaian susunan 17 buah kelopak kapas, 8 buah kapas dan 45 butir padi, memngingat pada detik-detik kesejarahan Proklamasi 17 Agustus 1945
Demikian sekilas makna dari lukisan Dhuaja Korem 163/WSA Semoga Korem jaya selalu