Buleleng – Kasrem 163/Wira Satya Kolonel Inf Davit Beni Upeni menghadiri Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama Infanteri TNI Angkatan Darat Gelombang III Tahun Anggaran 2025, Secara resmi di tutup oleh Kepala Staf Kodam (Kasdam) IX/Udayana Brigjen TNI Taufiq Hanafi, diikuti oleh 1.394 prajurit, bertempat di Lapangan Candradimuka Secata Rindam IX/Udayana, Jalan Surapati, Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Rabu (4/2/2026).
Upacara penutupan berlangsung khidmat, tertib, dan penuh semangat, menandai berakhirnya rangkaian pendidikan dasar kemiliteran yang telah ditempuh para siswa selama kurang lebih dua bulan. Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat Kodam IX/Udayana, di antaranya Irdam IX/Udayana, Danrindam IX/Udayana, Kasrem 163/Wira Satya, Asintel Kasdam IX/Udayana, Aspers Kasdam IX/Udayana, LO TNI AL, para Dan/Kabalakdam IX/Udayana, serta unsur Forkopimda Kabupaten Buleleng.
Dalam amanat Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) yang di bacakan oleh Inspektur Upacara menyampaikan ucapan selamat kepada 21.885 mantan siswa secara nasional yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan dan resmi dilantik sebagai Prajurit Dua (Prada) TNI Angkatan Darat.
Kasad menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan buah dari kegigihan, disiplin, dan kerja keras para prajurit, serta tidak terlepas dari dukungan dan doa restu orang tua serta keluarga. Pendidikan intensif yang dilaksanakan selama dua bulan dengan pembinaan fisik dan mental telah menempa para prajurit menjadi sosok tangguh, profesional, dan berkarakter, berlandaskan Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI.
Lebih lanjut disampaikan bahwa penyelenggaraan pendidikan ini merupakan bagian integral dari strategi besar pembangunan kekuatan TNI Angkatan Darat, yang dirancang secara sistematis oleh Presiden Republik Indonesia guna memenuhi kebutuhan pengembangan satuan-satuan baru di seluruh wilayah Indonesia. Di tengah dinamika dan kompleksitas tantangan tugas ke depan, kehadiran generasi prajurit muda ini diharapkan mampu mendukung tugas operasi pertempuran, sekaligus menjadi motor penggerak inovasi dalam pemberdayaan potensi masyarakat.(Red/Penrem163).
