Denpasar – Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Ida Idewa Agung Hadisaputra menghadiri upacara peringatan Hari Juang TNI Angkatan Darat (TNI AD) Tahun 2025 ke-80 yang dipimpin oleh oleh Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, dengan mengusung tema ‘’TNI AD Manunggal dengan Rakyat untuk Indonesia Bersatu, Berdaulat, Sejahtera, dan Maju’.
yang bertempat di Lapangan Korem 163/Wira Satya Jalan PB. Sudirman Denpasar Bali di ikuti seluruh Prajurit dan PNS Kodam IX/Udayana pada Hari Senin (15/12/2025).
Hari Juang TNI AD yang diperingati setiap tanggal 15 Desember ini merupakan momentum penting untuk mengenang peristiwa heroik Palagan Ambarawa, yang menjadi tonggak sejarah kemanunggalan TNI AD dengan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Pangdam IX/Udayana saat membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan ucapan “Selamat Hari Juang TNI Angkatan Darat Tahun 2025″, kepada segenap prajurit dan ASN, teriring ucapan terima kasih yang tulus dan penghargaan setinggitingginya atas segenap dedikasi serta pengabdian yang telah diberikan untuk kemajuan dan kejayaan TNI Angkatan Darat,” ucapnya.
Hari Juang TNI Angkatan Darat merupakan sebuah momentum penting dalam sejarah perjalanan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat, yang diperingati untuk mengenang kepahlawanan dalam pertempuran heroik Palagan Ambarawa.
Panglima Besar Jenderal Soedirman adalah figur teladan yang merepresentasikan kemurnian jiwa, integritas dan semangat perjuangan yang menjadi sosok inspiratif dalam peringatan Hari Juang TNI Angkatan Darat.
“Sebagai seorang Panglima Besar dan ahli strategi yang memimpin perjuangan bangsa dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan, Jenderal Besar Soedirman mengajarkan bahwa keyakinan, keberanian, ketulusan, kerja keras dan pengabdian tanpa pamrih adalah inti dari jati diri seorang prajurit. Nilai luhur pengabdian inilah yang menjadi obor serta terus mengobarkan api semangat pantang menyerah dalam jiwa prajurit TNI Angkatan Darat hingga saat ini,” tegasnya.
Pada hakikatnya tentara yang berasal dari rakyat akan terus berjuang bersama rakyat sebagai kekuatan pertahanan yang potensial dalam menegakkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kebersamaan dan soliditas dalam melewati beragam situasi serta tantangan pada setiap fase perjuangan bangsa yang dilandasi oleh kemanunggalan dengan rakyat niscaya akan menghasilkan optimisme dan kekuatan luar biasa untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemajuan bangsa di masa yang akan datang.ucapnya.
Pemahaman kita akan jati diri prajurit sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional tidak boleh luntur dan harus senantiasa menjadi pengingat bahwa kekuatan TNI Angkatan Darat terletak pada kemanunggalan dengan rakyat.
Dalam momentum peringatan Hari Juang ini, saya mengingatkan kepada seluruh prajurit dan ASN TNI Angkatan Darat, agar senantiasa menjaga kehormatan diri. Jadilah patriot sejati yang setiap gerak langkahnya selalu mencerminkan keluhuran nilai perjuangan TNI Angkatan Darat.tegasnya.(Penrem163).
