Mangupura – Pantai Kuta, merupakan salah satu ikon pariwisata yang ada di provinsi bali,obyek wisata pantai yang menjadi tujuan wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang banyak dikunjungi.

Namun di awal Tahun 2023 disepanjang areal Pantai Kuta kita lihat bersama bahwa kondisi pesisir pantai saat ini sangat memperihatinkan, dimana banyaknya sampah di sepanjang pesisir pantai kuta yang terbawa air laut sehingga menimbulkan keindahan alam pantai tersebut menjadi kurang enak di pandang mata, Menindak lanjuti situasi itu, Korem 163/Wira Satya bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung dan instansi terkait lainnya menggelar Karya Bakti bersih-bersih Pantai Kuta yang dilaksanakan di Jln Pantai Kuta Desa Kuta, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung pada Sabtu (25/2/2023).
Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Choirul Anam, S.E., M.M., memimpin langsung kegiatan tersebut Bersama di damping Gubenur BI, Kasrem 163/WSA, Para Kasi Kasrem 163/WSA, Kapolresta Denpasar, Unsur Pemda Badung, Pengusaha Rekanan Korem 163/WSA, ketua LPM Kuta, FKPPI Bali dan Ketua Pemuda Panca Marga Bali. diikuti sekitar 800 orang (TNI, Polri, Pemda dan Kalangan Masyarakat)

Sasaran pembersihan diantaranya trotoar dan batas kanan serta batas kiri sepanjang pantai Kuta, membersihkan bagian pagar. Untuk masing-masing tertua agar ditunjuk untuk kegiatan pembersihan pagas dan gapura pintu masuk pantai.
Kegiatan Karya Bakti tersebut sebagai rangkaian dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (Hut) Ke 62 Korem 163/Wira Satya dengan tema “Korem 163/Wira Satya Bersama Masyarakat Mewujudkan Transformasi Bali Yang Hijau, Tangguh Dan Sejahtera”, kita bergerak bersama sebagai aksi serbuan teritorial untuk mewujudkan kawasan pantai kuta menjadi kawasan yang bersih dan layak untuk di kunjungi.
Pada kesempatan ini Danrem mengajak seluruh komponen dan elemen masyarakat untuk bersama – sama meciptakan dan menjaga lingkungan di sekitar pesisir pantai kuta agar kembali bersih dan asri.

Diakhir kegiatan ini pantai kuta sudah terbebas dari sampah baik yang berada di sepanjang pesisir pantai maupun yang terkonsentrasi di kantong kantong pengumpulan sampah sementara, Selain menjaga kebersihan pantai, kawasan wisata kuta juga harus kita jaga dari penggunaan transaksi selain rupiah sebagai wujud kedaulatan bangsa.harap Danrem.
Wisatawan juga harus kita lindungi dari kegiatan usaha penukaran Valuta asing tidak berizin, yang terkadang mencoreng nama baik masyarakat bali. Untuk itu kita juga perlu mendorong bersama penggunaan digitalisasi system pembayaran seperti QRIS, yang cepat, mudah, murah, aman dan handal.tambahnya.

Lulusan Akmil 1994 dari kecabangan Infanteri (Kopassus)Â mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang sudah banyak membantu dan mendukung, sehingga acara kegiatan bakti sosial yang kita selenggarakan dapat berjalan dengan lancar, sesuai harapan.pungkasnya.(Red/Penrem163)