Denpasar – Acara Bhakti Sosial Donor Darah, Khitanan Massal, Pemberian Santunan Kepada Anak Yatim Piatu Dan Doa Bersama Dalam Rangka Hari Juang TNI AD Tahun 2022 dengan Tema “TNI Angkatan Darat Di Hati Rakyat” dipimpin Pangdam IX/Udayana (Mayjen TNI Sonny Aprianto, S.E., M.M) dan di dampingi Danrem 163/Wira Satya (Brigjen TNI Choirul Anam, S.E., M.M., diikuti sekitar 500 orang personil TNI, PNS dan Persit KCK PD Udayana serta Masyarakat bertempat di Garase Makesdam IX/Udayana Jl. P.B. Sudirman No.1, Kel. Dauh Puri, Kec. Denpasar Barat, Kota Denpasar.(14/12/2022).

Hadir dalam kegiatan tersebut Pangdam IX/Udayana beserta istri, Kasdam IX/Udayana beserta istri, Irdam IX/Udayana beserta istri, Kapok Sahli Pangdam IX/Udayana,Danrem 163/Wira Satya berserta istri, Asrendam IX/Udayana beserta istri, Para asisten Kasdam IX/Udayana beserta istri, LO TNI AL Kodam IX/Udayana, LO TNI AU Kodam IX/Udayana, Kasrem 163/Wira Satya, Danrindam IX/Udayana, Kakesdam IX/Udayana beserta istri, Dandenmadam IX/Udayana, Danpomdam IX/Udayana, Para Kabalakdam IX/Udayana, Kasiren Korem 163/Wira Satya, Para Kasirem163/Wira Satya, Dandim 1611/Badung beserta istri, Dandenintekdam IX/Udayana, Danyonif Raider 900/SBW, Danyonif Mekanis 741/GN, Danyonzipur 18/YKR, Dandenkav 4/SP, Tokoh Agama Prov. Bali, Ketua Pengurus PMI Prov. Bali, Pimpinan BNI Wil Bali, Para Kepala Panti Asuhan Denpasar, Hipakad Bali.

Dalam sambutanya Pangdam IX/Udayana mengucapkan terima kasih dan selamat datang kepada penyelenggara, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali, Paramedis, Pendonor dan peserta Sunatan Massal serta anak-anakku sekalian yang telah meluangkan waktu dan kesempatan untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan mulia ini. Semoga dengan niat tulus ikhlas kita, pelaksanaan kegiatan ini mendapat berkah dan ridho-Nya.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, perlu saya sampaikan bahwa TNI lahir dari pangkuan rakyat di tengah kancah perjuangan menegakkan kedaulatan bangsa dan negara. Karena itu, TNI adalah Tentara Rakyat, Tentara Pejuang dan Tentara Nasional. Sebagai Tentara Rakyat, TNI hanya berpihak kepada kepentingan seluruh rakyat dan negara. Sebagai Tentara Pejuang, TNI tidak akan pernah berhenti dalam berjuang mewujudkan cita-cita bangsa. Sedangkan sebagai Tentara Nasional, TNI akan membela kepentingan negara di atas kepentingan daerah, suku, ras, dan golongan agama.ungkapnya.

Sejarah telah membuktikan bahwa selama 77 Tahun masa pengabdiannya, TNI Angkatan Darat tidak dapat dilepaskan dari rakyat. Hari Juang TNI AD yang kita peringati setiap tanggal 15 Desember, juga terkait erat dengan salah satu peristiwa bersejarah tentang kebersamaan nyata TNI Angkatan Darat dengan rakyat.tegas Pangdam.
Pangdam juga menjelaskan bahwa Pada tanggal 15 Desember 1945, di Kota Ambarawa, Jawa Tengah, para pejuang pendahulu TNI Angkatan Darat bahu membahu bersama rakyat mempertahankan setiap jengkal tanah air dari ancaman musuh yang ingin menjajah kembali bumi pertiwi. Perjuangan ini dikenal dengan Palagan Ambarawa yang kemudian ditetapkan sebagai tonggak sejarah Hari Juang TNI Angkatan Darat.

Peringatan Hari Juang TNI AD ini dimaksudkan sebagai wujud ungkapan rasa syukur dan bentuk penghormatan kepada para pahlawan serta untuk mengenang kembali sejarah perjuangan TNI AD. Di samping itu, juga sebagai sarana introspeksi diri, untuk mengevaluasi perjalanan panjang yang telah kita lalui, sekaligus memantapkan komitmen untuk melakukan yang lebih baik di masa depan dalam melestarikan tradisi TNI AD, serta meningkatkan motivasi, semangat, jiwa kejuangan, nasionalisme dan patriotisme dalam melaksanakan tugas dan tantangan ke depan. Hal ini sebagai bukti komitmen TNI AD untuk terus berjuang bersama rakyat sesuai dengan tema Hari juang TNI AD yang Ke 77 yaitu “TNI Angkatan Darat di Hati Rakyat”.pungkasnya.(Red/Penrem163).