Badung – Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI CHoirul Anam, S.E., M.M., sebagai narasumber di kegiatan Forum Koordinasi dan Sinkronisasi Penanganan Konflik Sosial Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Kemenkopolhukam Republik Indonesia dipimpin oleh Asdep 4/5 Kamtibmas Deputi Bidkoor Kamtibmas (Brigjen Pol Drs. Lakoni, SH, MH), bertempat diĀ Banjar Ballroom Hotel The Kuta Beach Heritage Jln. Pantai Kuta Kel/Kec. Kuta Kab. Badung.

Hadir dalam kegiatan tersebut : Staf Ahli Bidang Ketahanan Nasional Kemenkopolhukam RI (Marsda TNI Oka Prawira, M.Si (Han), Danrem 163/WSA (Brigjen TNI Choirul Anam, SE, MM), Kabinda Bali, Kasi Intel Kasrem 163/WSA, Kasi Ops Kasrem 163/WSA, Kasi Ter Kasrem 163/WSA, Perwakilan Forkopimda se – Indonesia.
Penyampaian dari Kasubdit Penanganan Konflik (Anung Kurniawan) dengan tema peristiwa konflik dan urgensi penanganan konflik sosial di Indonesia yang intinya : Sinergitas antar K/L dalam memfasilitasi penanganan konflik sosial di daerah yang jadi prioritas penyelesaian, Diperlukan peningkatan kinerja pelaksanaan tugas Tim Terpadu penanganan konflik sosial tahun 2022 terutama dalam penanganan peristiwa konflik yang terjadi, Kita harus mendukung penuh program prioritas nasional penanganan konflik sosial di daerah dengan memberikan anggaran kegiatan bidang pencegahan konflik sosial/komunikasi sosial dengan para tomas, todat dan toga, Komunikasi Badan Kesbangpol diintensifkan dengan Bappeda dan Sekda dan Penyusunan Anggaran Penanganan Konflik Sosial masing-masing OPD dalam APBD menjadi prioritas daerah tiap tahun, Daerah wajib menyiapkan program dan anggaran dalam antisipasi konflik sosial menjelang pilkada dan Pemilu 2024 melalui Tim Terpadu penanganan konflik sosial.

Penyampaian dari Danrem 163/WSA Brigjen TNI Choirul Anam, S.E, M.M.,dengan materi tentang Peran TNI dalam penanganan konflik sosial di daerah yang intinya : TNI berperan penting dalam mencegah terjadinya konflik, menghentikan konflik dan memulihkan akibat konflik sosial yang terjadi di daerah bersama dengan komponen bangsa lainnya, Satuan TNI harus dapat mengoptimalkan Fungsi Intelijen, Fungsi Binter (Pembinaan Ketahanan wilayah Bintahwil dan bhakti, komunikasi sosial serta kemampuan Teritorial Untuk mencegah meningkatnya eskalasi konflik di daerah, Perlu kerjasama yang erat antara Pemda & TNI Polri dlm penanganan konflik sosial sesuai tugas dan tanggung jawabnya masing-masing guna meningkatkan optimalisasi sistem kerja yang efektif, cepat dan tepat sasaran didukung infirmasi intelijen yang akurat, aktual dn dapat dipercaya.
Pemda perlu membangun komunikasi, dialog dengan seluruh stake holder tidak hanya Forkopimda atau perangkat pemerintahan melainkan melibatkan semua elemen masyarakat baik Toga, Tomas, Todat LSM Jurnalis secara regular untuk merespons berbagai persoalan serta mereduksi berbagai perbedaan yang dapat menyebabkan timbulnya konflik sosial di daerah, Penyampaian dari Kabaharkam Polri diwakili Dirbintibmas Korbinmas (Brigjen Pol Drs Agus Pranoto) dengan materi Peran Polri dalam penanganan konflik sosial dengan beberapa tahapn yaitu Identifikasi konflik, Pencegahan konflik, Penghentian konflik dan Pemulihan pasca konflik, ujar Danrem.
Kegiatan Forum Koordinasi dan Sinkronisasi Penanganan Konflik Sosial Tahun 2022 berjalan dengan tertib, aman dan lancar dengan tetap mematuhi prokes yang ketat.(Red/Penrem163).